Dorong "Pengenalan Produk Lokal" KKN UNS 312 Bangun Sinergitas Pemerintah, Desa, dan Pelaku Usaha Menuju Digitalisasi Pemasaran Aktif

Tambakboyo, Sukoharjo - Digitalisasi Pemasaran menjadi aspek terpenting di tengah gempuran teknologi dan persaingan pasar Global, hal ini mendasari sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam barisan KKN-Universitas Sebelas Maret (UNS) 312 di bawah asuhan Bapak Andi Setiawan, S.Sn., M.Ds., Ph.D mengadakan serangkaian program dalam upaya penguatan ekonomi lokal dengan mengenalkan produk asli Desa, pendampingan pembuatan tools marketing, photoshoot produk, pendampingan perizinan usaha, serta pendampingan langsung dari pakarnya.

Program berjudul, "SOSIALISASI DAN EDUKASI PEMASARAN UMKM BEKERJASAMA DENGAN DINAS KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN SUKOHARJO" ini merupakan acara puncak dari rangkaian 3 program kerja yakni, pencatatan dan pembuatan profil UMKM, pendampingan pembuatan Tools Marketing, dan sosialisasi digital marketing. Tidak lain bertujuan agar usaha lokal dapat dikenal termasuk bersaing dengan produk-produk di luar. 

Kegiatan yang diadakan Minggu (3/8/2025), di aula SDN 01 Tambakboyo mendapatkan apresiasi positif langsung dari kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin. Sejalan dengan visinya dalam memperkenalkan Desa Tambakboyo kepada masyarakat luas, produk-produk lokal berkualitas kami juga dapat menjadi media utama yang membuat kami lebih dikenal luas bukan hanya di Sukoharjo, tetapi juga kawasan Solo Raya bahkan Indonesia.

"Ini loh Jamu kami, Balung Kethek kami, Mebel kami, semua produk berkualitas itu 'kan sayang kalau pasarnya hanya di sini-sini saja. Dengan dikenal masyarakat luar, tentunya prospek pasar dan peminat akan semakin bertambah." ujarnya.

Kegiatan yang menghadirkan langsung pembicara dari Diskopumdag Sukoharjo ini tidak hanya bersifat sosialisasi materi, melainkan pendampingan termasuk bantuan pembuatan seperti, Toko Online, Brosur Iklan, Logo, Perizinan Usaha, Photoshoot Produk, alat pembayaran digital dan berbagai kebutuhan usaha lainnya sesuai kebutuhan.

Isnaini Mutiara, selaku penanggung jawab berharap acara ini dapat menjadi sarana penghubung antara pelaku UMKM Desa Tambakboyo dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sukoharjo untuk membuka jalur pembinaan, pendampingan, dan kerja sama di masa mendatang. 

"Ada lebih dari 8 usaha desa yang sudah kami lakukan pendampingan dan berikan bantuan, belum termasuk warga lain yang turut berminat ingin membuka usaha kembali. Program ini memang ditujukan untuk Umum agar siapa pun dapat menghasilkan uang tambahan di tengah kondisi ekonomi seperti ini." ujarnya.

Bapak Harun, selaku pemilik usaha mebel mengaku kehadiran KKN kali ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. "Biasanya KKN cuman hadir, nanya-nanya, baru kali ini ada yang menawarkan bantuan langsung. Mungkin karena faktor dana..." diselingi tawa, beliau mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan pembuatan Toko Online dan Spanduk Usaha sekaligus memberi kami pigura sebagai kenang-kenangan. 

Hal yang sama juga diutarakan Bapak Endi selaku pemilik usaha Korset Kesehatan yang mengaku puas atas hasil desain logo, brosur dan pacakging karya Zidan Rachmadani dan Achmad Baihaqi, untuk branding produknya sehingga terlihat mewah dan cocok dijual di pasaran.

Sejalan dengan program Pemerintah, koperasi Merah-Putih dan juga SDG’s 9 (Industry, Innovation & Infrastructure). Tentunya mahasiswa juga dapat ikut andil dalam upaya merperkokoh ekonomi kerakyatan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.